expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Selasa, 08 September 2015

RSK SKRIPSI 2


NAMA  : TEGUH PURNAMA
NIM       : 41609010023
Judul Skripsi
ANALISA KINERJA PELAYANAN UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN PELANGGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL (SERVICE QUALITY)
Ringkasan :
Perkembangan dunia industri jasa khususnya jasa kuliner sekarang ini sangatlah pesat, perusahaan kuliner bersaing untuk memberikan pelayanan yang maksimal sesuai kebutuhan pelanggannya. Dalam konteks yang dimaksud dengan pelanggan adalah costumer, setiap perusahaan sebagai penyedia jasa kuliner memandang perlu untuk memikirkan tentang kepuasan konsumen, karena dengan terpenuhinya kepuasan konsumen, dapat menjadi tolak ukur terhadap keberhasilan sebuah perusahaan.
Kepuasan adalah upaya pemenuhan sesuatu atau membuat sesuatu memadai. Sedangkan pelanggan dapat diartikan sebagai orang yang membeli atau menggunakan sebuah produk. Dalam perusahaan yang bergerak dibidang pelayanan, pelanggan adalah orang yang menggunakan pelayanan pelayanan. Dalam dunia perbankan pelanggan diartikan sebagai nasabah, sedangkan dalam bidang kesehatan pelanggan disebut pasien.
Kepuasan pelanggan tidak dapat didefinisikan, melainkan dengan mengerti tentang karakteristik, baik pengetahuan,kelas sosial, pengalaman, pendapatan, maupun harapan dari seorang pelanggan. Misalnya seorang pelanggan baru ingin mencoba masakan tertentu dari sebuah restoran. Sebelum melakukan pembelian, pelanggan baru tersebut pasti memiliki harapan bahwa dia akan dilayani dengan baik, ramah, cepat tanggap, dan masakan yang ingin dicobanya enak.seperti itu yang bisa disebut kepuasan pelanggan.
Saran :
Disarankan untuk menambahkan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan, apakah itu dari sisi kenyamanan, pelayanan terhadap konsumen. Dan untuk lebih memilih kata-kata yang tidak terlalu rumit dan mudah dipahami.

Kritik :

Kurang adanya keselarasan didalam perumusan masalah, dan kurang memilikin fokus dalam membuat skripsi ini. Kurangnya pengertian tentang kepuasan pelanggan terhadap sebuah restoran yang menjadi tempat pengumpulan data.
http://www.atep-afia.net/2015/09/tugas-01-ttki-reguler-rsk-skripsi.html

RSK SKRIPSI 1


NAMA : Mokhamad Zaeni
NIM       : 41608120061

Judul Skripsi
ANALISA TINGKAT KEPUASAN KARYAWAN TERHADAP KOMPENSASI YANG DIBERIKAN OLEH PERUSAHAAN
RINGKASAN :
Dalam penulisan Skripsi yang berjudul “ANALISA TINGKAT KEPUASAN KARYAWAN TERHADAP KOMPENSASI YANG DIBERIKAN OLEH PERUSAHAAN” terdapat informasi mengenai loyalitas dan kepuasan dari seorang pelanggan terhadap apa yang dikerjakannya. Pada umumnya setiap perusahaan atau badan usaha baik itu pemerintah atau swasta, pastilah memiliki suatu ideologi atau visi misi yang harus bisa dicapai dalam perilaku kesehariannya. Hal itu tentunya sangat erat berkaitan dengan kinerja dari karyawannya, didorong dengan pesartnya persaingan dan tuntutan zaman yang kian hari kian dinamis. Sekarang ini banyak perusahaan yang mendapat masalah dari manajemen sumber daya manusianya. Dengan semaraknya pemberitaan tentang buruh-buruh yang meminta untuk dipenuhi kebutuhannya dan konflik-konflik yang bersinggungan dengan kelayakan dan hak tenaga kerja.
Kompensasi adalah suatu yang diterima oleh karyawan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi karyawan terhadap perusahaan. Jika dikelola dengan baik, kompensasi dapat membantu perusahaan mencapai tujuan dan memperoleh,memelihara serta menjaga karyawan dengan baik. Sebaliknya, tanpa kompensasi yang cukup, karyawan yang ada sangat mungkin untuk meninggalkan perusahaan, dan untuk melakukan penempatan kembali tidaklah mudah. Akibat dari ketidakpuasan dalam pembayaran bisa jadi akan mengurangi kinerja, meningkatkan keluhan-keluhan, penyebab mogok kerja dan mengarah kepada tindakan fisik dan psikologis, seperti meningkatnya derajat ketidakhadiran dan perputaran karyawan, yang pada gilirannya dan meningkatkan kesehatan jiwa karyawan yang parah.
KRITIK :
Sebagai bentuk karya tulis, tentu tidak ada yang mencapai kesempurnaan, banyak kekurangan yang harus dikritik, pada skripsi yang berjudul “ANALISA TINGKAT KEPUASAN KARYAWAN TERHADAP KOMPENSASI YANG DIBERIKAN OLEH PERUSAHAAN” tidak tercantum kesepakatan antara kompensasi yang diberikan oleh perusahaan terhadap kompensasi yang diinginkan atau yang dibutuhkan oleh karyawan.




SARAN :
Saran untuk skripsi ini adalah :
1.       Lebih mengembangkan bahasa dan penulisan yang sesuai dengan konflik yang terjadi dilapangan, dengan menambahkan istilah-istilah
2.       Kurang menjelaskan secara detail mengenai kesepakatan antara perusahaan dan karyawan dalam menentukan jumlah kompensasi

3.       Untuk menambahkan informasi lebih tentang efektifitas dari pemberian kompensasi yang sesuai kesepakatan antara perusahaan dan karyawan
http://www.atep-afia.net/2015/09/tugas-01-ttki-reguler-rsk-skripsi.html

Sabtu, 20 Juni 2015

Pertanyaan 15.3 (MEMAHAMI SISTEM EKONOMI/ Sistem Ekonomi Pancasila)

(2)
Ciri-ciri sistem ekonomi pancasila :

Seorang pakar senior lain mengatakan bahwa terdapat 5 ciri pokok dari sistem ekonomi Pancasila yaitu : (Mubyarto, 1981).
1.    Pengembangan koperasi penggunaan insentif sosial dan moral.
2.    Komitmen pada upaya pemerataan.
3.    Kebijakan ekonomi nasionalis
4.    Keseimbangan antara perencanaan terpusat
 
5.    Pelaksanaan secara terdesentralisasi


sumber : http://agafur9.blogspot.com/2012/12/definisi-sistem-ekonomi-pancasila.html

Pertanyaan 15.3 (MEMAHAMI SISTEM EKONOMI/ Sistem Ekonomi Pancasila)

(1)

DEFINISI SISTEM EKONOMI PANCASILA

Sistem Ekonomi Pancasila (SEP) merupakan sistem ekonomi yang digali dan dibangun dari nilai-nilai yang dianut dalam masyarakat Indonesia. Beberapa prinsip dasar yang ada dalam SEP tersebut antara lain berkaitan dengan prinsip kemanusiaan, nasionalisme ekonomi, demokrasi ekonomi yang diwujudkan dalam ekonomi kerakyatan, dan keadilan.

sumber : http://tugas-akuntansi.blogspot.com/2011/12/pengertian-sistem-ekonomi-pancasila.html

Pertanyaan 14.2 (MEMAHAMI KEBIJAKAN MONETER DAB FISKAL/ Instrumen Kebijakan Moneter)

(2)

Tujuan Kebijakan Moneter 
  • Menjaga Stabilitas Ekonomi : Stabilitas ekonomi adalah suatu keadaan perekonomian yang berjalan sesuai dengan harapan, terkendali, dan berkesinambungan. Artinya, pertumbuhan arus uang yang beredar seimbang dengan pertumbuhan arus barang dan jasa yang tersedia.
  • Menjaga Stabilitas Harga : Kebijakan moneter selalu dihubungkan dengan jumlah uang beredar dan jumlah barang dan jasa. Interaksi jumlah uang beredar dengan jumlah barang dan jasa akan menghasilkan harga. Ada kalanya harga naik atau turun tidak beraturan, sehingga perubahan harga dapat memengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat. Apabila harga cenderung naik terus-menerus, orang akan membelanjakan semua uangnya yang mengakibatkan terjadinya gejala ekonomi yang disebut inflasi.
  • Meningkatkan Kesempatan Kerja : Jika jumlah uang beredar seimbang dengan jumlah barang dan jasa, maka perekonomian akan stabil. Pada keadaan ekonomi stabil, pengusaha akan mengadakan investasi. Investasi akan memungkinkan adanya lapangan pekerjaan baru. Adanya lapangan pekerjaan baru atau perluasan usaha berarti meningkatkan kesempatan kerja. 
  • Memperbaiki Posisi Neraca Perdagangan dan Neraca Pembayaran : Kebijakan moneter dapat memperbaiki posisi neraca perdagangan dan neraca pembayaran. Jika negara mendevaluasi mata uang rupiah ke mata uang asing, harga-harga barang ekspor akan menjadi lebih murah, sehingga memperkuat daya saing dan meningkatkan jumlah ekspor. Peningkatan jumlah ekspor akan memperbaiki neraca perdagangan dan neraca pembayaran. 
sumber : http://www.artikelsiana.com/2015/02/pengertian-jenis-tujuan-moneter-macam-macam.html

Pertanyaan 14.2 (MEMAHAMI KEBIJAKAN MONETER DAB FISKAL/ Instrumen Kebijakan Moneter)

(1)
Jenis Instrumen Kebijakan moneter dalam upaya mengatur jumlah uang beredar :

Dalam upaya mengatur jumlah uang beredar, bank sentral umumnya menggunakan beberapa instrument kebijakan moneter yang dapat digolongkan kedalam dua jenis instrument yaitu:
1.Instrumen kebijakan moneter langsung (direct monetary policy instruments)
2.Instrumen kebijakan moneter tidak langsung (indirect monetary policy instruments)
Instrument pengendalian moneter yang dapat secara langsung mempengaruhi sasaran operasional yang diinginkan oleh bank sentral. Sasaran operasional yang dimaksud adalah target monetary base yaitu uang primer dan reserve bank.  Pengendalian moneter yang dilakukan secara langsung tersebut memiliki kemampuan yang langsung mempengaruhi neraca bank-bank umum.

sumber :https://uasuin.wordpress.com/2012/01/03/instrumen-kebijakan-moneter/

Pertanyaan bab 13.1 (MEMAHAMI KONSEP INFLASI DAN PENGANGGURAN/ Inflasi)

(2)
Faktor-Faktor Penyebab Meningkatnya Angka Inflasi
Faktor-faktor penyebab inflasi dapat dikategorikan atas 3 yaitu:
1)      Inflasi tarikan permintaan (demand-pull inflation)
 Inflasi tarikan permintaan (demand-pull inflation) atau inflasi dari sisi permintaan (demand side inflation) adalah inflasi yang disebabkan karena adanya kenaikan permintaan agregat yang sangat besar dibandingkan dengan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Karena jumlah barang yang diminta lebih besar dari pada barang yang ditawarkan maka terjadi kenaikan harga. Inflasi tarikan permintaan biasanya berlaku pada saat perekonomian mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dan pertumbuhan eko-nomi berjalan dengan pesat (full employment and full capacity).

2)      Inflasi desakan biaya (cost-push inflation)
Inflasi desakan biaya (Cost-push Inflation) atau inflasi dari sisi penawaran (supply side inflation) adalah inflasi yang terjadi sebagai akibat dari adanya kenaikan biaya produksi yang pesat dibandingkan dengan tingkat produktivitas dan efisiensi, sehingga perusahaan mengurangi supply barang dan jasa. Pening-katan biaya produksi akan mendorong perusahaan menaikan harga barang dan jasa, meskipun mereka harus menerima resiko akan menghadapi penurunan permintaan terhadap barang dan jasa yang mereka produksi. Sedangkan inflasi karena pengaruh impor adalah inflasi yang terjadi karena naiknya harga barang di negara-negara asal barang itu, sehingga terjadi kenaikan harga umum di dalam negeri.

3)      Inflasi karena pengaruh impor (imported inflation).
Inflasi diimpor adalah inflasi yang akan wujud apabila barang – barang impor yang memiliki peranan penting dalam kegiatan pengeluaran perusahaan – perusahaan mengalami kenaikan harga. Apabila barang - barang yang menjadi hal yang vital dalam proses produksi naik harganya maka akan menimbulkan kenaikan akan biaya produksi. Berkenaan dengan itu perusahaan biasanya membuat keputusan untuk mempertahankan perolehan laba dengan cara menaikan harga – harga barang yang diproduksikannya.

sumber : http://aprilia-purwaningrum.blogspot.com/2012/05/konsep-dasar-inflasi-ekonomi-makro.html